Rabu, 27 Februari 2013

KELEBIHAN BERDASARKAN DAERAH ASAL BURUNG

Murai Batu berdasarkan Daerah Tangkapan
1. Muray Batu Kawasan pesisir, memiliki postur yang agak ramping dan ekor sedang namun sebagian besar tidak memiliki ekor putih, suaranya isian alam agak kurang karena medan tempurnya pesisir. Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan Murai Batu ini disenangi di BNA dan sekitarnya…, salah satunya adalah Murai Batu ini biasanya dari pegunungan yg langsung berhadapan dengan laut (tebing2 di kawasan pesisir ) dengan tingkat persaingan yg sangat keras dengan predator dan sumber pakan yg terbatas ( sehingga tidak rewel dengan makanan ), secara alamiah memiliki temperamen & mental yang sangat bagus…mungkin ini yg menyebabkan lebih mudah beradaptasi dengan manusia & lebih cepat bunyi…( selain itu mungkin juga perawatannya yg baik )Biasanya Murai Batu yang berasal dari kawasan pesisir tidak terlalu besar, dan bulu dada yg kurang tebal, tetapi memiliki fisik yang lebih lincah dan kuat dengan vol. yg diatas rata2. (kemungkinan dialamnya sering terbang nentang angin, dan naik turun dari tebing terjal ) dipinggiran laut…
2. Muray Batu kawasan pegunungan lebat, memiliki postur rata-rata jumbo dan ekor bervariasi, namun Murai Batu dari kawasan ini terkenal galak dan ganas, isian alam Murai Batu daerah ini luar biasa apalagi kalau bisa mendapatkan yang muda hutan untuk dimaster. Isian alam Murai Batu kawasan hutan lebat biasanya hampir semua suara yang ada dihutan tsb (suara burung-burung hutan, jangkrik hutan, siamang, monyet dan suara-suara aneh lainnya dipadukan dengan tembakan-tembakan/besutan kasar dan tajam). Kalau yang dikawasan air terjun suara isian alamnya ya itu tadi mendesir dan menderu dan dipadukan dengan suara alam sekitar air terjun tsb, biasanya sebelum bunyi ada intronya dulu. Namun dengan kondisi sekarang ini dengan maraknya penebangan hutan secara liar serta perburuan yang merajalela. Banyak Murai Batu yang bermigrasi dari wilayah yang satu ke wilayah lainnya, maka tidak bisa kita mengatakan kalau Murai Batu yang ekor hitam hanya ada disatu wilayah saja. Kelebihan Murai Batu dari daerah ini yaitu tadi ……banyak isian alamnya..Kekurangannya sedikit liar karena jarang berjumpa dengan manusia dan agak susah makan makanan instan (voer) .Ciri fisik biasanya Murai Batu dari daerah ini bodynya besar2,karena tersedianya makanan yg melimpah dan air serta lingkungan/habitat tempat tinggal.tetapi ada juga yang posturnya kecil juga..sama halnya dengan kita-kan.
3. Muray Batu kawasan air terjun/ngarai, memiliki karakter yang tenang dan pandangan yang teduh, memiliki suara alam yang khas (menderu dan mendesir), posturnya rata-rata ramping dan warna bulunya agak pudar/tidak mengkilap.
Semoga bermanfaat,

CARA PEMASTERAN BURUNG

MEMASTER BURUNG MURAY BATU

Jenis dan karakter kicauan murai batu  bermacam-macam. Menurut Om Herry Aceh di forum Murai Batu. karakter tersebut antara lain:
1. Murai Batu yang dominan ngerol.
2. Murai Batu yang dominan nembak
3. Murai Batu yang mengkombinasikan antara ngerol dan nembak
Om Herry selanjutnya mengatakan, jika kita dapat menilai karakter atau tipikal dari kicauan Murai Batu yang kita miliki, maka akan mudah bagi kita dalam memaster Murai Batu tersebut. Ada sedikit korelasi antara jenis dan tingkat ketebalan paruh dengan karakter kicauan dari Murai Batu, tapi perlu diingat, ini baru sebatas hipotesis. Murai Batu dengan paruh pendek dan tipis lebih berkarakter ngeroll, sedangkan Murai Batu dengan paruh panjang lebih berkarakter nembak.
“Jika kita sudah dapat memahami karakter kicauan Murai Batu kita, maka untuk memaster Murai Batu tersebut dibutuhkan penyesuaian jenis suara master agar Murai Batu dapat memaster suara masterannya dengan baik,” katanya.
Intinya, demikian Herry, Murai Batu akan lebih mudah dimaster jika kita dapat menyesuaikan jenis suara master dengan karakter kicauannya. Contoh kecil, jika kita memiliki Murai Batu dengan karakter ngerol, maka burung atau suara kenari yang juga berkarakter ngerol akan mudah dimaster ke Murai Batu. Demikian juga sebaliknya, jika Murai Batunya berkarakter nembak, maka suara kenari akan sulit dimaster ke Murai Batu tersebut.
Makanya jangan heran jika Murai Batu kita sudah lama ditempel dengan kenari, tapi suara kenarinya tidak masuk ke Murai Batu, malah suara lain yang lebih cepat masuk ke Murai Batu tersebut.
Memaster untuk tujuan lomba
Berkaitan dengan persoalan memaster Murai Batu ini, saya menyampaikan tips untuk “penggila lomba”. Begini:
Kalau Anda sudah mengenali karakter suara Murai Batu Anda, maka jangan pernah diisi dengan beragam isian ketika waktunya memaster. “CUKUP DIISI DENGAN SATU ISIAN” saja. Katakanlah Murai Batu Anda sesuai diisi dengan suara Cucak Jenggot, maka isi saja dengan itu. Hilangkan semua suara lain yang merangsang Murai Batu untuk menirukannya. Tujuannya jelas, agar si Murai Batu mahir menyuarakan suara Cucak Jenggot tapi relatif “bego” mendendangkan suara lain.
Artinya, benar2 hanya suara Cucak Jenggot yang selalu ditembakkan Murai Batu Anda ketika digantang di lapangan. Dengan tanpa memiliki “referensi” lain, maka ketika Murai Batu Anda ngotot menyemprot lawan kesana kemari di lapangan, benar2 sangat monoton menyuarakan Cucak Jenggot. Tetapi itu luar biasa, akan terdengar sangat-sangat dominan.
Begitu juri melakukan kontrol (putar) pertama, dia akan ditarik perhatiannya pada suara Murai Batu Anda. Demikian pula halnya ketika kontrol kedua dan ketiga. Maka yakinlah bahwa Murai Batu Anda bakal mendapat nilai mentok dari semua juri (juri dalam kondisi “normal”).
Murai Batu seperti ini, kalahnya hanya oleh Murai Batu yang selalu nembak keras dengan suara variatif. Tetapi Murai Batu bersuara variatif yang bisa dikeluarkan semua di lapangan, adalah seribu:satu.
Tips ini saya sampaikan berdasar catatan saya atas penampilan Murai Batu orang Magelang (Borobudur namanya kalau saya tidak salah ingat; milik “Gank” New Armada) satu-dua tahun lalu. Dia menyabet favorit B karena dari awal sampai akhir selalu menembakkan suara LB (padahal bukan crecetannya, tetapi sekadar suara “cing-cing-cing”-nya). Tetapi pada akhirnya memang sangat2 terdengar mendominasi.
Sebagai catatan: tips ini hanya berlaku untuk “parameter” yang digunakan juri saat ini. Sebab, bagi Anda yang sudah lama berkecipung di permurai batuan, pasti masih ingat bahwa Murai Batu yang bagus di zaman lampau adalah yang bisa mengeluarkan suara air mancur yang terus-menerus berkepanjangan. Untuk masa yang akan datang.

CARA PEMASTERAN BURUNG

MEMASTER BURUNG CUCAK IJO

Burung cucak hijau atau cucak ijo (Chloropsis sonnerati) terkenal sebagai burung pin-pin-bo alias pintar – pintar – bodo. Mengapa disebut demikian? Sebab burung ini cepat sekali dimaster tetapi cepat pula lupa. Oleh karena itu, burung ini harus selalu ditempel suara masteran yang kita inginkan.
Sama halnya dengan cara memaster burung murai batu dan burung cendet atau pentet, ketika memaster burung cucak ijo perlu diperdengarkan semua suara burung dan aneka suara lainnya. Misalnya, Anda bisa mendownload suara-suara isian yang tersedia di kategori download suara di blog ini.
Sebagaimana memaster burung untuk tujuan lomba burung kicauan, maka kita hanya perlu memasternya dengan satu-dua suara sebagai suara dominan.
Suara dominan yang bagus untuk cucak hijau yang ditujukan bagi keperluan lomba burung model sekarang ini antara lain adalah:
1. Suara trrriiiiiiiiiit peluit yang melengking, ngetril, panjang. Suara ini, kalau bisa menjadi suara dominan pada burung cucak hijau, maka dia akan menjadi sangat menonjol di arena lomba. Nah makanya, jangan lupa memaster burung ini dengan sempritan atau peluit. Cuma ingat saja, orang serumah bakal marah-marah kalau Anda terus-terusan memperdengarkan suara peluit hehehe.
2. Suara burung cililin
3. Suara burung lovebird
4. Suara lain yang sifatnya tajam, ngetril (suara paling ngetril paling bagus saat ini, menurut saya adalah suara jangkrik). Untuk suara jangkrik ini, Anda bisa mendownloadnya di blog ini. Silakan dilihat di artikel Suara jangkrik, Suara jangkrik model 2, Suara jangkrik model 3, Suara jangkrik model 4.
Catatan khusus untuk pemasteran burung cucak ijo:
1. Jangan  pernah memperdengarkan suara siulan Anda (atau teman atau orang serumah) atau suara siulan manusia yang biasanya pendek-pendek. Dengan demikian, jangan pernah menyiuli burung cucak ijo dengan siulan umumnya  suara orang bersiul. Kalau burung cucak ijo Anda terbiasa mendengar suara siulan Anda, maka dia akan hafal dan berisiko diperdengarkan di arena lomba (suara jelek karena pendek-pendek dengan frekuensi rendah yang sangat membosankan).
2. Selalu ditempel satu SATU SUARA masteran dominan, setiap hari setiap ada kesempatan.
Bagaimana halnya agar burung cucak ijo bisa ngentrok dan ngotot ketika dilombakan?
Ada beberapa hal yang mempengaruhi ngentrok tidaknya burung cucak ijo ketika dilombakan. Pertama, bakat. Kedua, kondisi fisik dan stamina secara umum.
Mengenai masalah bakat, tentu tidak bisa kita ubah-ubah. Cuma, siapa yang tahu burung kita punya bakat ngentrok atau tidak kalau kita belum membuktikannya dalam pengamatan yang lama? Nah kalau  Anda pengin tahu apakah burung Anda punya bakat ngentrok atau tidak, pastikan kondisi fisiknya benar-benar fit. Sekali lagi, untuk memastikannya.

Setelah kondisi benar-benar fit dan sudah beberapa kali Anda coba burung Anda untuk di trek di arena, baik dengan burung sedikit atau burung banyak, ketika kondisi panas atau mendung, dan beberapa kondisi yang berbeda (sebelum mabung, sesudah mabung dan melalui masa rekondisi), dsb-dsb tetapi burung tetap tidak ngentrok, ya relakan saja. Bisa Anda pelihara terus, bisa segera dibarter dengan burung lain.
Perlu sekali lagi saya ingatkan bahwa membuat burung bagus adalah tidak sederhana dan bisa dilakukan dalam waktu singkat. Kalau semua burung mudah dijadikan bagus dalam waktu singkat, maka tidak ada burung yang harganya murah dan mahal. Kalau semua burung mudah dijadikan bagus, maka tidak ada lagi seninya lomba burung. Tidak ada lagi seninya memaster burung dan sebagainya.

CARA PEMASTERAN BURUNG

MEMASTER BURUNG KENARI
 
Irama lagu yang dimiliki burung memegang peranan yang sangat penting di dalam penilaian lomba burung berkicau. Karena kembali kepada filosofi burung berkicau, daya tarik utama dari burung berkicau adalah kemampuan berkicaunya (irama lagu).

Memilih suara-suara master untuk burung andalan kita janganlah terfokus hanya memilih suara-suara master yang kedengarannya unik dan bagus.

Sangat banyak metode dan cara-cara yang dapat dilakukan di dalam proses pemasteran burung berkicau. Dan juga banyak sekali berkembang mitos-mitos yang keliru dalam prakteknya dilapangan. Salah satu mitos aneh yang berkembang, yaitu burung yang akan di master harus melihat burung masternya, agar burung yang di master dapat menirukan gaya bunyi dan cara membuka mulut burung master tersebut. Mitos lainnya yaitu proses pemasteran burung berkicau harus menunggu burung dalam keadaan ganti bulu atau mabung.

Sebenarnya; Pemasteran dapat kita lakukan tidak harus menunggu burung berkicau dalam keadaan mabung atau berganti bulu. Burung berkicau dalam keadaan normal, bahkan dalam keadaan top form pun juga dapat dilakukan pemasteran. Ada Mitos yang mengatakan pemasteran burung harus menunggu masa burung mabung.

Alasannya karena; Pada saat mabung, burung berkicau cenderung untuk banyak diam dan sangat jarang sekali berkicau. Burung yang banyak diam pada masa mabung tersebut, cenderung untuk lebih banyak menggunakan waktunya untuk menyimak dan mengolah suara-suara yang ada disekelilingnya. Apabila suara yang didengarnya sesuai dengan tipikal karakter suaranya, maka akan direkam dan ditirukan.

Kunci keberhasilan dalam memaster burung (pemasteran burung berkicau) adalah memaster burung dengan suara-suara master (burung master) yang cocok dan sesuai dengan karakter dasar lagu burung yang akan di master (burung maskot).

1. Burung kenari yang akan dimaster sebaiknya mempunyai usia yang relatif muda (25 hari-70 hari) karena dalam fase inilah burung kenari muda akan secara intensif beradaptasi dan belajar suara/lagu di sekelilingnya.

2. Dilakukan pada saat burung istirahat (siang hari setelah mandi-jemur dan pada malam hari).

3. Kandang burung atau sangkar burung sebaiknya dikerodong (harus). Dalam keadaan dikerodong burung-burung yang akan di master menjadi tenang sehingga burung lebih berkonsentrasi dalam mendengarkan materi suara-suara Master yang diperdengarkan.

4. Volume materi suara master yang diperdengarkan sebaiknya jangan terlalu besar, kecil saja tetapi jelas terdengar dan hanya boleh memaster satu persatu materi suara master atau materi suara isian. Jangan memperdengarkan lebih dari satu suara isian pada waktu yang bersamaan, karena akan membuat burung tersebut menjadi bingung dalam merekam suara master. Sebaiknya setelah isian yang satu berhasil direkam atau ditiru oleh burung berkicau anda, barulah kemudian dimaster dengan isian yang lainnya.

5. Materi suara master akan bisa direkam dan ditirukan oleh burung anda dalam waktu kurang lebih 3 minggu, bahkan bisa lebih cepat lagi tergantung pada kecerdasan masing-masing burung.

PENYEBAB DAN PENYAKIT BURUNG

Burung Tidak Segera Jodoh,Tidak Bertelur Atau Telur Gagal Menetas

GANGGUAN REPRODUKSI: TIDAK SEGERA JODOH, TIDAK BERTELUR, TELUR GAGAL MENETAS
Gangguan reproduksi memang bukan suatu “penyakit”. Jika burung Anda terlihat sehat dan fit tetapi tidak juga segera jodoh ketika dijodohkan, tidak juga bertelur meski sudah terlihat jodoh, atau terjadi perkawinan tetapi telur kosong melulu, maka hal itu pertanda bahwa burung Anda kekurangan hormon reproduksi.
Pada burung jantan, hal itu bisa diatasi dengan pemberian hormon stimulan reproduksi berupa hormon testosteron, untuk memacu kerja testis menghasilkan testosteron dalam jumlah yang cukup untuk berlangsungnya reproduksi.
Sementara untuk burung betina perlu diberi hormon perangsang pada kerja kelenjar estrogen agar burung betina siap dibuahi dan sukses dalam pembuahan.
Dalam taraf penjodohan, Anda bisa menggunakan BirdMature atau untuk burung yang sangat bermasalah dalam penjodohan Anda bisa memberikan BirdHormon. BirdHormon adalah testomin untuk burung jantan dan betina yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan pilihan yang diekstrak secara modern.

burung kurang gacor dan kurang power

BURUNG KURANG GACOR DAN KURANG POWER
Burung yang kurang gacor padahal kondisi fisik terlihat bagus, dalam banyak hal memang bukan karena terserang penyakit. Namun hal itu disebabkan karena kurang maksimalnya kerja sistem metabolisme tubuh. Ada pula hal itu disebabkan karena burung kurang birahi, atau sedang dalam masa rekondisi sehabis mabung, atau bisa juga kegemukan.
Berikut ini beberapa penyebab burung kurang gacor dan cara mengatasinya:
1. Tidak gacor karena kegemukan sehabis masa mabung, bisa gunakan BirdSlim. BirdSlim adalah larutan oral yang mengandung Carnitine HCL, Sorbitol, Magnesium Sulfat dan Extract Vegetable untuk memecah lemak pada burung yang kegemukan tetapi menjagi nafsu makan tetap terjaga, memperbaiki efisiensi pakan, mengatasi stress karena temperature panas dan penyakit, penyedia energy, meningkatkan pertumbuhan dan reproduksi, memperbaiki fungsi hati dan ginjal serta menjaga kondisi fit pada burung.
2. Tidak gacor karena pada dasarnya kekurangan asupan pakan yang seimbang. Burung yang terlihat sehat, langsing, tetapi tidak gacor atau selalu nggembos di tengah jalan jika ditrek, bisa diatasi dengan pemberian BirdPower. BirdPower mengandung ATP dan vitamin lengkap serta mineral yang memang ditujukan untuk membuat burung gacor dan fit.

burung serak kehilangan suara

A. Psittacosis
Psittacosis adalah salah satu penyebab burung serak atau bahkan kehilangan suara. Menurut dokumentasi dalam New South Wales Multicultural Health Communication Service (mhcs.health.nsw.gov.au) psittacosis adalah penyakit langka yang biasanya ditularkan burung kepada manusia dan disebabkan oleh kuman yang bernama Chlamydia psittaci.
Bagaimana penyebaran penyakit ini?

Pada umumnya infeksi terjadi kalau orang menghirup kumannya – biasanya dari kotoran kering burung yang terkena infeksi. Orang juga dapat terkena karena berciuman ‘mulut dan paruh’ dengan burung atau menangani bulu dan sel badan burung yang terkena penyakit. Tidak ada bukti bahwa Psittacosis menular di antara sesama manusia.
Semua jenis burung rentan terhadap infeksi tapi yang dipelihara (misalnya beo, betet dan kakaktua) dan unggas (kalkun dan bebek) adalah yang paling sering menularkan penyakit ini pada manusia.
Bagimana gejala psittacosis?

Selang waktu dari burung yang terkena kuman dan perkembangan gejalanya tidak menentu, yakni antara 4-15 hari.
Burung yang terkena serangan ini kadang tidak menunjukkan tanda yang signifikan karena burung hanya terlihat lesu kehilangan suara atau serak. Pada banyak kasus, burung juga bersin-bersin atau batuk bahkan sulit bernafas, beringus, dan kadang juga disertai mencret.
Menangani serak dan hilang suara pada burung

Pisahkan burung dari burung yang lain agar tidak menularkan penyakit ini lalu diobati dengan antibiotika dan kuman di sangkarnya dibasmi.
Untuk obat bagi burung yang terkena serangan psittacosis atau terkena serak dan hilang suara bisa diberikan BirdBlown secara teratur dan konsisten sesuai penjelasan dalam brosur.
Lakukan pembasmian semua parasit dan jamur serta mikroba di sekitar lingkungan burung dengan FreshAves.
B. Infeksi lain saluran pernafasan
Selain serak atau hilang suara karena psittacosis, serangan parasit dan mikroba lain di saluran pernafasan juga akan menyebabkan burung serak atau kehilangan suara.
Untuk pengobatan secara cepat, bisa digunakan BirdTwitter. BirdTwitter adalah larutan oral yang mengandung zat antiparasit baik ekstro maupun endo penyebab burung serak, sesak nafas dan macet bunyi.

+(6) BURUNG KURANG GACOR DAN KURANG POWER
Burung yang kurang gacor padahal kondisi fisik terlihat bagus, dalam banyak hal memang bukan karena terserang penyakit. Namun hal itu disebabkan karena kurang maksimalnya kerja sistem metabolisme tubuh. Ada pula hal itu disebabkan karena burung kurang birahi, atau sedang dalam masa rekondisi sehabis mabung, atau bisa juga kegemukan.
Berikut ini beberapa penyebab burung kurang gacor dan cara mengatasinya:
1. Tidak gacor karena kegemukan sehabis masa mabung, bisa gunakan BirdSlim. BirdSlim adalah larutan oral yang mengandung Carnitine HCL, Sorbitol, Magnesium Sulfat dan Extract Vegetable untuk memecah lemak pada burung yang kegemukan tetapi menjagi nafsu makan tetap terjaga, memperbaiki efisiensi pakan, mengatasi stress karena temperature panas dan penyakit, penyedia energy, meningkatkan pertumbuhan dan reproduksi, memperbaiki fungsi hati dan ginjal serta menjaga kondisi fit pada burung.
2. Tidak gacor karena pada dasarnya kekurangan asupan pakan yang seimbang. Burung yang terlihat sehat, langsing, tetapi tidak gacor atau selalu nggembos di tengah jalan jika ditrek, bisa diatasi dengan pemberian BirdPower. BirdPower mengandung ATP dan vitamin lengkap serta mineral yang memang ditujukan untuk membuat burung gacor dan fit.

burung terkena snot

BURUNG TERKENA SNOT
Gejala dan tanda-tandanya sebagai berikut:
- Mata Love Bird berair dan seperti selalu menangis.
- Burung yang sakit selalu menggosok-gosokkan matanya ke tangkringan.
- Mata membengkak dan memerah disekitar kelopak mata bagian luar.
- Kotoran (feses) berwarna tidak normal, putih encer dan berbau tidak sedap.
- Nafsu makan turun drastis. Sehingga burung kurus, lemah dan selalu mengantuk.
- Dalam dua minggu, burung burung yang sakit tersebut mati.
Penyebab
1. Kandang yang tidak bersih.
2. Sirkulasi udara yang buruk.
3. Penggunaan obat antibiotika yang tidak tepat.
Solusi yang kita berikan adalah:
a. Selalu bersihkan kandang secara rutin dan berkala.
b. Semprot kandang dan semua ornamen kandang dengan disinfektan seperti FreshAves.
c. Perkuat daya tahan tubuh burung (imum) dengan pemberian multivitamin dan multimineral yang bermutu baik, seperti BirdVit.
d. Untuk burung yang sakit, segera obati dengan obat StopSnot.
Penggunaan StopSnot dilakukan sesuai petunjuk yang diberikan pada brosur. Selama pengobatan, burung ditempatkan di sangkar yang diberi lampu sebagai penghangat. Selain itu, sehari sekali, bagian yang bengkak diusap-usap perlahan dengan kain lembut yang dibasahi dengan air hangat.

burung tiba tiba lumpuh

BURUNG TIBA-TIBA LUMPUH
Saat ini banyak ditemui kasus burung tiba-tiba seperti lumpuh, lemah tidak bertenaga dan hanya nyekukruk di dasar sangkar, meski kalau diberi makan dia masih mau menyantapnya.
Kalau kondisi seperti ini, biasanya antibiotik tidak bisa membantu. Burung seperti itu pada awalnya bukan disebabkan terkena serangan mikroba dan karenanya tidak memerlukan antibiotik untuk pengobatannya.
Hal seperti itu umumnya disebabkan burung kekurangan asupan mineral, khususnya kalsium. Kekurangan salah satu mineral akan membuat burung ngerdop karena tanpa mineral yang cukup, maka vitamin dan makanan lain tidak akan terolah dengan baik di dalam sistem pencernaan dan metabolisme burung.
Ketika burung kondisi ngedrop, maka muncullah anemia. Burung sangat lemas tidak bertenaga.
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengatasi anemianya dengan memberikan vitamin B12. Karena tidak ada preparat tunggal B12, Om bisa memberikan vitamin B complex atau multivitamin lainnya dengan kandungan B12 yang besar.
Pada saat yang sama, burung harus tetap mendapatkan asupan makanan yang baik. Hanya saja, selama sistem pencernaannya belum berfungsi normal, akan sulit bagi dia mendapatkan energi yang cukup untuk bertahan hidup.
Jika burung masih mau makan dan dia adalah pemakan serangga, berikan saja kroto dengan ditaburi multivitamin, misalnya BirdVit. Multivitamin yang dilarutkan ke air dan berharap burung mau meminumnya adalah pekerjaan yang sia-sia karena yang terminum hanya sedikit.
PERHATIAN:
Usahakan pemberian apapun supaya masuk ke dalam pencernaan burung tidak dengan cara dipegang. Sebab, burung dalam kondisi drop, jika dipegang akan seperti tersentak karena tidak punya labirin dan hal ini bisa menyebabkan kematian.
Drh Jatrmiko Jogja pernah mengatakan kepada saya, untuk memberi asupan pakan burung seperti ini usahakan dengan menggunakan injeksi yang ujungnya diganti dengan selang kecil. Tetes-teteskan apa yang kita harapkan dikonsumsi burung itu di atas paruh dengan harapan ada bagian yang masuk ke mulut burung dan terminum.
Repot memang, tetapi itulah cara terbaik yang pernah disarankan dokter hewan.
Drh Dharmojono, konsultan perburungan di majalah Infovet pernah menulis, burung dalam kondisi sakit, jika tertekan di bagian dada bisa langsung tersedak dan mati di tangan kita.

TIPS PENANGKARAN BURUNG LOVEBIRD

Love bird merupakan burung yang berukuran kecil, antara 13 sampai 17 cm dengan berat 40 hingga 60 gram, dan burung ini bersifat sosial,.Burung cinta secara umum mempunyai tinggi 13 sampai 17 cm dan berat sekitar 40 sampai 60 gram, berekor pendek dan berparuh besar.
love bird  adalah satu burung dari sembilan jenis spesies genus Agapornis (dari bahasa Yunani “agape” yang berarti “cinta” dan “ornis” yang bearti “burung”). Mereka di beri nama love bird karena melihat dari tingkah laku mereka yang secara umum suka duduk berdekatan dan saling menyayangi.
Cara Ternak Burung Love Bird
Sebelum memulai beternak Lovebird, seharusnya kita membedakan dulu antara Lovebird jantan dengan Lovebird betina. Secara warna dan fisik, love bird susah untuk diketahui jenis kelaminnya.jka kita ingin mengetahui mana yang jantan dan mana yang betina  Cara yang paling gampang adalah dengan meraba kedua capit udang yang terletak dibawah duburnya. Jika keras, rapat dan lancip, biasanya jantan. Sedangkan burung betina capit udangnya lembek, lebar dan tumpul.
Untuk memulai beternak love bird kita harus memilih calon induk yang usianya relatif masih muda, sekitar umur 7 bulan sampai 2,5 tahun, karena jika umurnya sudah lebih dari 3 tahun biasanya tidak terlalu produktif, serta tambahkan makanan ekstra seperti sawi, toge, kwaci dan jagung muda untuk memicu birahi burung, dengan perawatan yang baik, Lovebird bisa hidup 10 hingga 20 tahun
Beternak love bird sebaiknya di lakukan secara individual, cara ini di lakukan supaya kita bisa lebih mudah mengetahu garis keturunan dari burung tersebut,  untuk satu pasang love bird gunakanlah kandang dengan ukuran sekitar 40 cm x 40 cm x 80 cm, untuk bertelor dan mengeram siapkan glodok atau kotak sarang yang terbuat dari papan dengan ketebalan sekitar 2 cm, dengan ukuran XLXT = 15 CM x 20 cm x 25 cm, dan diisi dengan kulit jagung yang sudah di keringkan, serbuk kayu dan lain sebagainya.
love bird umumnya bertelur sekitar 4 – 6 butir,dan dierama selama 21 hingga 23 hari, setelah menetas love bird jantan dan betina bergantian menyuapi anaknya sampai anak burung bisa makan sendiri, jika indukan love bird tidak mau mengasuh anaknya maka kita harus menyiapkan tempat (kotak) dengan ukuran sekitar 40cmx40cmx40cm dan i beri lampu bohlam 5 watt sebagai penghangat, untuk makananannya kita siapkan bubur susu untuk bayi yang di campur dengan air hangat dan diberikan setiap 2 jam sekali, setelah berumur 3 – 4 minggu kita kenalkan dengan jenis makanan lain seperti millet, buah buahan dan sayur sayuran.  agar induknya bisa kembali bereproduksi maka anak burung yang sudah bisa makan sendri segera pindahkan ke sangkar lain.
PERMASALAHAN DALAM BETERNAK LOVEBIRD
Telur Tidak Menetas
Tidak semua telur bisa menetas, dan telur yang tidak menetas biasanya adalah telur yang terakhir,dan ini biasanya disebabkan oleh beberapa hal antara lain : infeksi bakteri, kekurangan nutrisi, indukan yang mandul, dan juga disebabkan oleh telur yang tidak dierami.
Cacat Kaki.
Telur yang sudah menetas tidak semua tumbuh menjadi anak burung yang cantik, sering kali kita jumpai anak Lovebird yang kakinya tidak bisa berdiri dan mencengkeram dengan sempurna serta cenderung miring ke samping, untuk menghindari hal ini maka gunakanlah glodok yang berbahan triplek yang tidak licin (belum di serut) dan beri bahan sarang yang cukup.
Tidak Mau jodoh
Indukan yang kita jodohkan kadang kadang tidak mau bersatu, Hal ini bisa disebabkan karena beberapa hal, al: belum memasuki masa birahi, keduanya berjenis kelamin sama, situasi atau lingkungan yang kurang mendukung.
PEMASTERAN
Lovebird adalah jenis burung yang bisa dimaster, master yang cocok untuk lovebird adalah Blackthroat, Kenari dan sanger, karena ketiga burung ini mempunyai suara yang mendekati lovebird, lovebird yang biasanya digunakan sebagai master adalah lovebird yang memiliki trecetan kasar dan panjang-panjang, love bird bisa dimaster sejak usia  kurang 1 bulan, meskipun trecetan suara lovebird dalam membawakan lagu lebih banyak di pengaruhi faktor genetic tapi upaya tersebut masih bisa dilakukan untuk mendongkrak performanya, sehingga lovebird bisa membawakan lagu yang panjang.

TIPS PENANGKARAN BURUNG MURAY BATU

Burung Murai Batu mempunyai suara yang bagus dan penampilan yang indah, sehingga memiliki harga jual yang tinggi. Berdasarkan alasan tersebut maka dengan ternak Murai Batu akan memberikan hasil yang lumayan.

Adapun beberapa hal yang diperlukan sebagai berikut:


1. Indukan (jantan dan betina)

- Murai Batu Jantan
Ciri murai jantan sangat di bedakan dari warna bulu yang pekat dan tua, jika bagian atas hitam, maka murai jantan berwarna hitam dan berkilau. Sedangkan bagian dadanya, berwarna coklat tajam dan tua. Murai batu jantan juga memiliki ciri khas di lihat dari perilakunya yang gesit dan atraktif.
Untuk murai jantan untuk di ternak umur minimal adalah 1th, dan memiliki suara yang bagus
baik variasi maupun volumenya, serta tidak cacat.
- Murai Batu betina
Ciri murai batu betina berwarna pudar untuk bagian atas yang berwarna hitam dan dada yang berwarna coklat pudar.
Umur minimal Murai Betina untuk di ternak adalah 10 bulan, pilih yang rajin
bunyi dan tidak cacat.

2. Penjodohan

Untuk penjodohan dapat dilakukan dengan cara mendekatkan antara jantan dan betina selama kurang lebih 1 minggu. Tujuannya adalah agar saling kenal dengan harapan kalo nanti kita masukkan ke dalam kandang penangkaran tidak berkelahi. Namun ada juga yang tidak melalui proses penjodohan, yaitu langsung memasukkan jantan dan betina ke dalan kandang penangkaran dan lansung jodoh. Semua itu tergantung pada hoky. Sering juga terjadi sudah melalui proses penjodohan selama 1 minggu tetapi setelah di masukkan dalam kandang penjodohan terjadi perkelehian, sehingga diperlukan penjodohan ulang.

3. Kandang untuk Ternak

Kandang untuk ternak murai batu yang ideal adalah 1m x 2m tinggi 2m. Di dalam kandang di beri tanaman agar kelihatan alami sehingga burung akan merasa nyaman berada di kandang. Tempat mandi juga harus disediakan karena murai batu termasuk burung yang suka mandi. Untuk tempat sarang juga harus disediakan yaitu kotak terbuat dari kayu dengan ukuran 40cm x 20cm tinggi 30cm dan diberi lubang untuk keluar masuk burung.


4. Makanan untuk Induk Murai Batu

Setelah melalui proses penjodohan dan berhasil jodoh, selanjutnya dalam hal pemberian pakan harus mengandung protein tinggi agar dapat menghasilkan telur dan anak yang berkualitas. Untuk pakan bisa kita berikan full jangkrik.